Tips dan Trik Memadamkan serta Mengendalikan Amarah
September 10th, 2009 at 05:00pm Under Memadamkan Amarah+ Tips dan Trik

Tips dan Trik Memadamkan Amarah
Oleh Alfred
Salam hangat rekan-rekan blogger. Apa kabar? Semoga semua dalam keadaan maksimal yah. Bagaimana dengan puasa rekan-rekan? Semoga lancar, poll sampai Lebaran nanti. Jangan sampai puasa rekan-rekan batal atawa bolong gara-gara hal kecil. Misalnya gara-gara marah terhadap koneksi internet yang lambat, marah kepada kucing tetangga yang nyolong makanan berbuka puasa yang telah anda siapkan, marah karena tetangga anda nyanyi keras-keras padahal suaranya ga karuan dan sebagainya, hehehe…:P
Kalau dipikir gawat juga ya, puasa seharian penuh, tapi sampai batal pada detik-detik injury time bedug maghrib, hanya gara-gara marah (apalagi penyebab timbulnya kemarahan kita hanyalah hal kecil). Sayang banget jadinya. Tentunya rekan-rekan tak ingin ini terjadi yah. Sekadar info, bahwa seseorang yang sedang marah akan mengalami perubahan fisiologis seperti meningkatnya tekanan darah (wow), meningkatnya denyut jantung (buset), meningkatnya hormon-hormon stress seperti adrenalin, pernafasan menjadi cepat, gangguan pencernaan, dan masih banyak lagi yang lain (waduh-waduh). Coba rekan-rekan bayangkan apa yang terjadi jika perubahan-perubahan fisiologis tersebut terjadi terus-menerus dalam tubuh kita. Tentunya tubuh akan rentan terserang stroke, penyakit jantung maag dan sebagainya. (wah sereem yah)
Lha teruz gimana mas, ada solusi? Tenang-tenang rekan-rekan. Saya akan saya sharekan di sini solusinya. Kebetulan juga saya termasuk orang yang cukup pemarah, hehehe. So marilah sama-sama kita berbagi. Kebetulan saya habis membaca sebuah buku yang sangat bagus terkait dengan cara padam memadamkan amarah.
Hidup Damai dan Ceria
Demikian judul buku karya bapak Anand Krishna tersebut.
Okeh, langsung aja ya ke tips dan triknya:
- Sadari dan kenali Jati Diri kita. Bagaimana caranya, yah dengan menyempatkan diri merenung dalam keheningan sambil berdoa kepada-Nya. Dengan duduk dalam keheningan, kita menyadari bahwa kita adalah hamba-NYA. Bagian dari ciptaan-NYA di dunia ini, seperti juga makhluk hidup lainnya. Jadi misalnya ada kucing garong yang merampok makanan kita, mari sama-sama menyadari bahwa kucing tersebut adalah bagian dari ciptaan-Nya sama seperti kita, so dengan demikian kita menjadi ikhlas dan tidak jatuh dalam kemarahan dan selanjutnya fokus mencari makanan pengganti (kan lebih baik makanannya diganti yang baru daripada kita ngedumel marah-marah buang-buang energi, malah tambah laper jadinya
) - Kembangkan niat dan kemauan mengendalikan amarah. Pada dasarnya, kemarahan kita dapat menyakiti orang lain dan juga diri sendiri. Kalau kita marah sama kucing garong tadi, si kucing tidak peduli dan tidak dirugikan, tapi sebenernya kita merugikan diri sendiri. Karena kemarahan adalah racun. So mulai bangun pagi yuk kita berjanji pada diri sendiri untuk mengendalikan amarah yang muncul
- Hindari kejadian-kejadian yang dapat membangkitkan amarah. Misalnya, saat membuka email, kita menemukan email dari seorang tak dikenal yang isinya memaki-maki dan menghujat kita. Daripada sakit hati, mending langsung aja delete email tersebut. Habis perkara
- Jangan tergesa-gesa. Lakukanlah semua dengan tenang. Sebagai contoh, pernah saya mengerjakan suatu ujian di kampus dengan terburu-buru, wah pokoke ngebut abiz…bablas blas, karena waktu itu saya merasa mampu menjawab soal-soalnya dengan cepat tanpa perlu memeriksa lagi ditambah keinginan untuk segera pulang jalan-jalan. Eh ternyata hasilnya kurang memuaskan, membuat saya marah dan kecewa padahal saya sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk ujian tersebut. Nah itulah rekan-rekan, lebih baik kita mengerjakan segala sesuatunya dengan tenang, karena hasilnya akan lebih bagus dan mencegah timbulnya amarah dalam diri kita.
- Apabila kita sedang marah terhadap sesuatu/seseorang, ada baiknya kita menutup rapat mulut kita atau menyenandungkan suatu nyanyian atau doa. Kenapa demikian? Karena di saat kita marah biasanya, tanpa sadar kita mengucapkan kata-kata makian, sumpah serapah etc yang dapat melukai perasaan orang lain (bahkan lebih buruk dapat menyulut pertengkaran. Wah bisa jadi perang dunia III nih).
- Kalau sedang marah, yuk minum segelas air atau melakukan gerak badan. Ini penting. Sebab energi kemarahan anda harus disalurkan supaya tenang. Oh iya ada juga penelitian bahwa minum air putih saat marah, mampu menurunkan denyut jantung dan menstabilkan pernafasan lho (saya lupa sumbernya darimana).
- Kembangkan humor. Contoh: ketika kita mendapat email makian tadi, kita anggap saja si pengirim adalah orang stress atau seorang pelawak baru yang sedang mengetes lawakannya. Hehehe. Nyantai man
- Kembangkan hati yang penuh pengertian. Sebelum kita memarahi seseorang, mari kita berpikir sejenak, menempatkan diri di posisi orang yang akan kita marahi. Bagaimana perasaan kita??
- Mintalah bantuan Tuhan Yang Mahakuasa dan pujilah nama-Nya. Yup betul. Sebagai makhluk ciptaan-NYA kita harus senantiasa memohon bimbingan dan perlindunga-NYA, karena kita hanyalah manusia lemah. Dan senantiasa berpikir bahwa apa yang kita alami adalah kehendak-NYA.
- Yang terakhir…Yuk mari kita praktekkan atuh bersama tips-tips ini, hehehe.
Demikian rekan-rekan yang bisa saya sharingkan, semoga bermanfaat dalam pengembangan diri kita. Yang mau nambahin pengalaman pribadi dalam mengatasi kemarahan monggo
Salam hangat.
Burns Anger Before Anger Burns You. – J.P Vaswani -

By alfred 15 comments








